http://sinasinderaja.lapan.go.id/wp-content/uploads/2014/06/bukuprosiding_710-720.pdf Rumput
laut merupakan salah satu komoditas unggulan di bidang perikanan budidaya dan
mempunyai peluang pasar ekspor yang tidak terbatas, potensi sumber lahan yang
tersedia sangat luas dan mudah dibudidayakan serta karakteristik rumput laut
yang hidup dengan melekat pada subtrat. Rumput laut hidup dengan cara
menyerap nutrien dari perairan dan melakukan fotosintesis, sehingga
pertumbuhannya membutuhkan faktor-faktor fisika dan kimia perairan seperti
gerakan air, suhu, kadar garam (salinitas), nitrat, dan fosfat serta
pencahayaan sinar matahari.
Penentuan kegiatan budidaya rumput
laut jarang mengalami suatu kendala. Kunci keberhasilan usaha budidaya rumput
laut adalah dengan menggunakan penginderaan jauh dan SIG. Teknologi ini menjadi
solusi yang baik dalam penentuan lokasi yang sesuai untuk pengembangan budidaya
rumput laut. SIG merupakan sarana untuk
mengumpulkan, menggabungkan, dan mengolah data dari setiap parameter yang
diperlukan. Keberadaan SIG dapat mempermudah pengolahan data dengan struktur
yang kompleks dengan jumlah yang besar secara efisien dan dapat membantu dalam
proses pengambilan keputusan yang tepat.
Penggunaan penginderaan jauh dan SIG
dilakukan 5 metode yaitu survey lapangan, kesesuaian budidaya rumput laut, pengolahan
citra satelit, pengolahan sistem informasi geografis dan penentuan kesesuaian
lokasi budidaya rumput laut. Pengukuran parameter kualitas perairan yang
menjadi syarat pertama kelayakan suatu lokasi untuk dijadikan lokasi budidaya
rumput laut. Parameter yang diukur meliputi suhu, kecepatan arus, salinitas,
derajat keasaman (pH) dan dissolved oxygen (DO). Kriteria kesesuaian budidaya rumput laut dapat ditentukan secara SNI
berdasarkan metode yang akan digunakan dalam kegiatan budidaya rumput laut. Tahap awal
pengolahan data satelit penginderaan jauh dilakukan proses koreksi berupa
koreksi geometrik dan radiometrik. Koreksi geometrik dilakukan untuk menyamakan
posisi pada citra dengan posisi pada bumi menggunakan acuan peta rupa bumi.
Koreksi radiometrik dilakukan dengan menggunakan nilai digital menjadi nilai
radiansi atau reflektansi yang bertujuan untuk menghilangkan kesalahan sudut
elevasi matahari dan jarak matahari bumi pada data yang berlainan waktu, serta
dilakukannya koreksi atmosferik akibat serapan dan pantulan yang dilakukan oleh
partikel di atmosfer. Pengolahan Sistem Informasi Geografis (SIG) dilakukan
setelah pengolahan citra satelit dengan parameter yang diolah adalah suhu
permukaan laut, muatan padatan tersuspensi, dan keterlindungan. Kesesuaian lokasi budidaya dapat menentukan adanya faktor
pembatas. Penentuan kesesuaian lokasi
budidaya rumput laut dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas sesuai (S1), kelas
cukup sesuai (S2), dan Kelas tidak sesuai (S3).
DAFTAR PUSTAKA
Ratnasari, A., K.Nirmala., S. Budhiman.,
Emiyati dan B. Hasyim. Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi
Geografis untuk Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut di Perairan Teluk
Gerupuk, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosiding: Deteksi
Parameter Geobiofisik dan Diseminasi Penginderaan Jauh